harga jual pakaian

Harga jual pakaian bagi penikmat fashion dunia,  dari merek-merek seperti Burberry, Chanel, atau Versace, mungkin sering membuat kepala pusing. Kepopuleran Burberry, Chanel, dan Versace, memang sudah mendapat banyak apresiasi dalam industri mode dunia.

Selain karena sanggup bertahan selama puluhan bahkan ratusan tahun, sejumlah merek tersebut juga selalu menawarkan desain yang inovatif dalam berbagai produknya.

Memahami Momentum dan Inovasi

Burberry membuka toko pertamanya pada tahun 1891 di London, Inggris. Pembukaan toko ini terjadi 20 tahun setelah Burberry mulai dijuluki “emporium”, karena jumlah produksi pakaian yang cukup besar. Kemampuan memproduksi banyak pakaian ini tidak terlepas dari tangan dingin sang pendiri, Thomas Burberry.

Thomas telah mulai merintis kariernya, sejak membantu pedagang kain lokal di Brockham Green. Sekitar tahun 1856, di usia 21 tahun, barulah Thomas membangun mereknya sendiri. Keterampilannya mengolah kain dibuktikan dengan penemuan bahan gabardin. Inilah yang melambungkan nama Burberry sebagai produsen jas hujan ternama.

Pada awal abad ke-20, bahan gabardin kemudian dipatenkan sebagai merek dagang Burberry. Bersamaan dengan itu, logo kesatria berkuda dan produksi mantel mereka juga terdaftar sebagai paten. Mantel inilah yang kemudian menemani perjuangan tentara Inggris selama Perang Dunia I.

Selama dekade-dekade berikutnya, keabadian karya Thomas Burberry selalu mendapat tempat dalam budaya pop dunia. Sampai saat ini, ratusan figur terkemuka telah menikmati kenyamanan gabardinnya Thomas.

Permulaan abad ke-20 juga diwarnai kelahiran merek lain, yang kelak menjadi pemain utama industri mode dunia. Di sebuah apartemen Kota Paris, seorang perempuan berusia 26 tahun membuka toko manufaktur topi. Perempuan itu bernama Gabrielle Chanel.

Gabrielle Chanel adalah perempuan pejuang yang punya prinsip teguh tentang kemandirian. Dia dikenal juga dengan nama Coco Chanel, mengacu pada profesi masa lalunya sebagai penyanyi di klub malam. Perjuangan Chanel tampak pada desain pakaian yang dihasilkannya.

Coco Chanel menentang penggunaan korset pada perempuan dan menggantikannya dengan desain pakaian sederhana, tapi tetap elegan. Inovasi, yang cukup revolusioner tersebut, menerbangkan nama Chanel di industri mode. Keterampilannya menciptakan pakaian, menjadikan setiap produknya sebagai standar gaya pakaian perempuan Perancis.

Sepanjang abad ke-20, kiblat mode perempuan tidak akan berpaling dari merek Chanel. Merek ini bahkan juga masyhur berkat produksi parfum, batu permata, dan tas tangan. Coco Chanel pun terpilih sebagai perancang dan pengusaha pakaian paling berpengaruh di abad ke-20, versi Majalah TIME.

Berkaca pada biografi singkat Thomas Burberry dan Coco Chanel, tentunya harga jual pakaian merek keduanya, semakin bisa diterima nalar. Kuncinya adalah inovasi dan momentum. Kebetulan, keduanya merintis masa kejayaan pada masa yang bersamaan.

Thomas Burberry hadir relatif lebih tenang daripada Coco Chanel. Akan tetapi, inovasi gabardinnya Thomas berhasil melekat sepanjang masa di ingatan. Coco Chanel juga menuai kesuksesan yang sama, meskipun menjalankan metode yang berbeda. Hal ini harus diapresiasi sebagai sebuah keberagaman cara.

Andaikan Coco Chanel bertindak lebih tenang seperti Thomas Burberry, tidak ada yang menjamin permintaan pakaian perempuan di Perancis akan sehebat sekarang. Demikian pula bila Thomas Burberry bertindak lebih agresif seperti Coco Chanel. Tidak ada jaminan bahwa beliau akan mampu mendapatkan akses distribusi pakaian ke kalangan tentara Inggris.

Pasar Bisa Diciptakan Harga Jual Pakaian

Kasus di atas juga menunjukkan sisi penting dalam industri mode, yakni menjalin kerja sama dengan berbagai pihak. Tanamkan dalam pikiran Anda bahwa sebuah mini dress bukanlah sekadar barang siap jual. Proses ketersediaan mini dress melibatkan banyak pihak, seperti perancang, penyedia bahan dan penjahit.

Thomas Burberry dan Coco Chanel mungkin cukup beruntung bisa mendapat akses karena mereka adalah perancang, penyedia bahan, sekaligus penjahit. Tentu saja mereka tidak akan kesulitan menentukan harga jual pakaian yang mereka hasilkan sendiri.

Lalu, bagaimana dengan Anda yang bukan produsen langsung? Apakah lebih susah menentukan harga jual pakaian yang tidak diproduksi sendiri?

Sebenarnya susah itu relatif. Semakin Anda malas repot, segala hal akan semakin terasa susah. Tapi yang pasti, Anda perlu mencermati sejumlah pertimbangan berikut ini.

  1. Kualitas, Kualitas dan Kualitas

Perhatikan dan tekankan hal ini kepada mitra kerja Anda. Pastikan Anda mengecek dan mengawasi sendiri penyiapan bahan sampai penjahitannya. Anggap saja pengecekan ini sebagai latihan awal sebelum Anda memiliki konfeksi sendiri.

  1. Pinggirkan Barang Pasaran

Memanfaatkan momentum dan mengikuti tren memang perlu. Lebih perlu lagi, latih kepekaan dan kreativitas Anda tentang keunikan. Mulailah dengan pertanyaan sesederhana: Seperti apa toko Anda ingin dikenal? Mengapa toko Anda berbeda dari toko lain? Mengapa Anda menawarkan keunikan?

 

  1. Iklim Persaingan

Setelah mampu menemukan unique selling point, pertimbangan selanjutnya adalah memasang mata, telinga, dan hati. Amati proses penjualan toko yang menawarkan keunikan serupa dengan toko Anda. Dengarkan keluhan pelanggan yang jenuh dengan pilihan pakaian yang pasaran. Ikuti suara hati Anda agar barang yang ditawarkan, memang sebanding dengan harga produksinya.

  1. Situasi Pemasaran

Dalam bahasa sederhana, situasi pemasaran berarti sadar diri dan sadar posisi. Sebuah toko yang menawarkan pakaian renang di lokasi dekat studio yoga, tentu memiliki situasi pemasaran berbeda dengan toko yang berlokasi dekat stasiun.

Demikianlah beberapa pertimbangan yang dapat Anda gunakan untuk menentukan harga jual pakaian. Selamat mencoba dan semoga sukses selalu!

Baca juga: Jenis-Jenis Bahan Kain Pembuat Pakaian Ini Harus Anda Tahu

Share ke media sosial
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •