tomat ungu

Hidroponik adalah cara bercocok tanam dengan menggunakan air sebagai media supplai nutrisi yang di butuhkan oleh tanaman. Faktor utama keberhasilan bercocok tanam secara hidroponik adalah keseimbangan unsur unsur berikut ini:

  1. Udara ( Oksigen)

  2. Air

  3. Matahari (Cahaya)

  4. Nutrisi Hidroponik

  5. Media Tanam Hidroponik

  6. Temperatur(Suhu) dalam media tanam

Poin terakhir temperatur (suhu) ternyata cukup mempengaruhi pertumbuhan tanaman, dalam hal ini berbeda dengan yang dimaksud cahaya matahari ya, walaupun hukumnya apabila cahaya matahari jumlahnya banyak maka temperatur akan ikut naik. Dalam hal ini mungkin lebih cocok apabila yang saya maksud adalah temperatur pada akar tanaman, terutama apabila kita menggunakan hidroponik dengan tidak ada sirkulasi air.  Sistem pasang surut saja. Tetapi bagi mereka yang menggunakan pompa hal ini dapat di hindari.

tomat

Langsung saja kita lihat dari photo photo Hidroponik saya berikut. Ini adalah tomat hasil pertama kali belajar bercocok tanam hodroponik saya. Anehnya hasil pertama saya berhidroponik ini sungguh berhasil. Tetapi untuk yang kedua ketiga malah tidak berhasil. Mengapa ya? Yang pasti ada kesalahan yang telah saya lakukan.

Sawi hidroponik

Beralih pada tomat saya mencoba sawi berikutnya, saya menggunakan hidroton. Awalnya pertumbuhan sawi bagus bagus saja sejak kecilnya hingga berumur 3 minggu. Tetapi setelah satu bulan ternyata ada keanehan pada daun daunnya tidak dapat mencapai ukuran normal dan agak berkerut kerut. Mungkin ini akibat nutrisi yang saya gunakan tidak seimbang karena saya menggunakan nutrisi racikan sendiri. Karena nutrisi yang di jual mahal dan biaya ongkir kedaerah saya lumayan jauh. Alhasil sawinya tumbuh tapi tidak dapat maksimal, tetapi masih layak lah untuk di konsumsi. Saya agak malas bercocok tanam dengan sawi ini karena banyak sekali belalang dan ulat dan siput yang menggerek daunnya.

fidalga roxa hidroponik cabe

Setelah bosan dengan sawi saya mencoba lagi bercocok tanam dengan cabe hias Fidalga Roxa. Saya menggunakan Nutrisi khusus untuk cabe , menggunakan pipa 4 inch, pot yang saya gunakan adalah botol aqua 1,5 liter. Media yang saya gunakan adalah Pupuk Kandang, Pasir, Tanah Merah, dan Kompos. Karena saya termasuk orang yang sedikit malas , saya gunakan sistem pasang surut saja. Jadi dalam sehari hanya sekali saya siram yaitu pada sore hari saja. Pernah saya bepergian keluar daerah selama 1 minggu saya tinggalkan tanaman ini terendam penuh air sampai setengah pot nya. Setelah balik saya lihat cabe saya ini tambah subur aja dan semakin lebat buahnya. Ya paling tidak saya tetap mengandalkan hujan yang sekali kali turun saat itu.

cabe gagal hidroponik

Gambar diatas adalah kegagalan bercocok tanam hidroponik karena beberapa hal berikut ini. Kurangnya cahaya matahari langsung yang menerpa pohon sehingga rentan akan bibit penyakit, akibatnya terkena serangan virus keriting akibat kutu daun yang merajalela. Hal ini dikarenakan saya menanam nya terlalu dekat dengan tembok rumah dan terlindung atap sampai jam 11 siang saja.

tomat ungu hidroponik

Frustasi dengan tanam cabe, saya coba coba untuk bercocok tanam tomat ungu( indigo rose). Lagi lagi saya mengalami kegagalan karena nutrisi yang tidak seimbang dan media tanam yang kurang cocok oleh tomat ini. Selain itu faktor cuaca yang panas pada pot dan pipa yang saya gunakan terlalu tinggi akibatnya akar seperti direndam dalam air hangat. Pertumbuhan tomat ini tidak bisa maksimal.

cabe besar hidroponik

Berpikir dari kegagalan hidroponik untuk tanaman cabe akhirnya saya tertantang untuk mencoba dan mencoba lagi. Diatas  ini adalah tanaman cabe besar yang saya letakan didaerah yang terpapar matahari sampai jam 4 sore. Hasilnya cabe berukura 35 cm – 45 cm sudah kelihatan bunga yang menjadi buah. Sekali lagi untuk tanaman ini saya mengalami kegagalan lagi. Kegagalan ini disebabkan udara dalam pipa yang tinggi, media tanam yang kurang pas, dan nutrisi yang kurang tepat karena saya menggunakan capmuran sendiri. Selain itu kegagalan yang paling menyakitkan lagi lagi pohon cabe saya ini masih terserang virus keriting daun akibat kutu kutu yang masih mau datang. Maklum saat itu saya masih menginginkan cara hidroponik yang alami tanpa pestisida.

cabe pelangi lilin hidroponik

Belajar dari kegagalan masa lalu tidak membuat saya frustasi untuk terus mencoba, akhirnya dari kesalahan kesalahan yang telah saya perbuat. Saya perbaiki sistem yang salah. Dari unsur nutrisi yang seimbang, media tanam, temperatur media air, paparan cahaya matahari yang cukup. Terakhir yang tidak kalah penting adalah gangguan hama kutu daun yang saya tanggulangi sejak dini. Soalnya bibit yang saya beli ini lumayan mahal dan jauh. Jadi harus dengan perhatian dan ketelitian tinggi agar tidak sia sia biaya yang dikeluarkan untuk bibit dan lain lainnya.

Sebenarnya masih banyak yang ingin saya tulis dan bagi disini, tetapi berhubung waktu maka saya menuliskannya sedikit demi sedikit. Sebenarnya ingin secara urut dari awal, tetapi biar semua dapat poin utamanya maka sengaja saya langsung pada kasus photo yang ada. Intinya itu kita harus berani mencoba, jika gagal ulangi lagi dengan cara yang berbeda, pelajari kira kira dimana kesalahannya. Terimakasih sudah mau mampir disini. Namun artikel ini akan terus saya perbaharui. Salam Hidroponik.

Baca juga:24 Makanan Yang Dianjurkan Oleh Pakar Seksologi

Share ke media sosial
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •