istilah dalam dunia fashion

Dunia fashion memang tidak akan pernah berhenti berputar. Setiap waktu berbagai mode fashion dapat diciptakan atau ditinggalkan. Semuanya begitu dinamis. Hal tersebut pula yang menjadikan banyak orang ingin menggeluti dunia fashion. Atau minimal ingin memahaminya dengan berbagai alasan. Maka dari itu, modal utama untuk menggeluti dunia fashion adalah dengan mengetahui berbagai istilah dalam dunia fashion.

Istilah dalam dunia fashion tidaklah sedikit. Khusus di dalam bidang busana saja, istilah yang digunakan bisa mencapai puluhan banyaknya. Oleh sebab itu, para penggiat mode banyak menggunakan kamus atau daftar istilah dalam dunia fashion. Namun bagi Anda yang berminat menggeluti bidang fashion terutama busana, jangan berkecil hati. Berikut istilah dalam dunia fashion yang kerap digunakan:

–        Akrilik: Adalah bahan yang terbuat dari man-made polimer yang sintetis. Bahan akrilik bersifat ringan, lembut, dan tidak mudah koyak. Biasanya, akrilik digunakan sebagai pengganti bahan wol dalam pembuatan jaket, selendang, jumper, dan lainnya. Meski begitu, akrilik tidak sehangat wol.

–        A-Line: Gaun atau rok yang memiliki bentuk ramping pada bagian atas, sehingga seperti membentuk huruf “A”.

–        Androgynous: Androgynous atau androgyny merupakan salah satu istilah dalam dunia fashion. Maksudnya adalah penampilan yang tidak bisa dikategorikan pada jenis gender tertentu. Biasanya penampilan ini melibatkan pakaian yang dipakai oleh lawan jenis kelaminnya sang pemakai busana. Contohnya, wanita menggunakan dasi, sepatu brogue, atau baju dengan ukuran besar.

–        Applique: Merupakan salah satu metode mendekorasi baju dengan cara menempatkan satu bahan tertentu di atas bahan lainnya. Biasanya yang digunakan adalah kain berpola hewan, bunga, atau motif-motif lainnya.

–        Apparel: Adalah istilah dalam dunia fashion yang biasanya digunakan untuk menjelaskan segala sesuatu yang berhubungan dengan pakaian, busana, dan garmen.

–        Argyle: Adalah sebuah pola pada pakaian atau lainnya yang berbentuk seperti berlian. Argyle biasanya ditenun atau dirajut menggunakan dua warna yang berbeda. Pola ini dipopulerkan oleh masyarakat Skotlandia Barat.

–        Asimetris: Desain ini biasanya memiliki ciri khas dengan satu sisi yang lebih panjang dari sisi lainnya. Asimetris biasanya diletakkan pada bagian leher pakaian.

–        Baby Doll: Baby Doll merupakan dress atau gaun yang berbentuk pendek. Awalnya, pakaian jenis ini digunakan ketika acara malam hari, namun kini hal tersebut tidak berlaku. Baby doll umumnya terbuat dari kain sutra yang tipis serta didekorasi oleh renda pada bagian bawahnya.

–        Bandeau: Merupakan kain tipis dengan diameter yang tidak lebar. Sifatnya sangat ketat, sehingga diperuntukkan untuk menutupi payudara sebagai substitusi bra.

–        Batwing: Lengan baju bermodel batwing di desain menggunakan kain tipis yang berbentuk segitiga. Ukurannya sangat besar dari bahu hingga pinggang. Bentuknya menyerupai sayap kelelawar, sehingga dinamai demikian.

–        Bell Sleeve: Sesuai namanya, bell sleeve merupakan desain dari lengan baju yang menyerupai bel atau lonceng. Bentuknya melebar dari bagian lengan hingga pergelangan tangan.

–        Bellow Pocket: Biasa disebut juga dengan pocket gusset. Kantung jenis ini berbentuk lebar dan menonjol dari pakaian. Biasanya digunakan pada pakaian yang terinspirasi oleh jenis safari.

–        Bermuda Shorts: Memiliki nama lain Walking Shorts (celana pendek santai), atau Dress Shorts (celana pendek dengan nuansa semi-kasual). Celana ini memiliki panjang hingga atas lutut.

–        Bertha Collar: Kerah baju yang didesain dengan bentuk lebar dan besar, sehingga memperlihatkan bagian pundak dan sedikit punggung.

–        Blazer: Merupakan jaket yang berbentuk mirip jas. Sifatnya sangat fleksibel, sehingga dapat digunakan pada acara formal dan informal.

–        Blouse: Kemeja yang diperuntukkan bagi wanita. Biasanya dibuat dari kain tipis dengan ukuran yang lebih pendek dibanding kemeja pria.

–        Bootleg: Adalah salah satu style dari celana atau jins yang memiliki bentuk ketat hingga lutut, dan melebar pada bagian bawah hingga mata-kaki. Gaya ini biasa disebut juga Cutbray.

–        Cableknit: Pola yang dirajut pada sweter dan berbentuk seperti kabel atau tali yang berpilin.

–        Cap Sleeve: Lengan baju yang dibuat sangat pendek dari biasanya. Jika umumnya lengan baju berada di pergelangan tangan atau lengan, maka Cap Sleeve dibuat di bagian bawah pundak.

–        Cardigan: Jenis pakaian yang terbuat dari bahan wol yang memiliki ritsleting atau kancing pada bagian depan.

–        Column Dress: Gaun yang panjang dan lurus yang tidak mengikuti lekuk tubuh.

–        Darts: Pola berbentuk lipatan yang dibuat untuk menampilkan bentuk pakaian. Biasanya berada di sekitar area payudara, perut, atau pinggul.

–        Distressed: Desain pakaian yang bertujuan untuk memberi kesan tua dan rusak. Biasanya berbentuk robekan pada denim.

–        Elbow Patch: Kain yang ditempel pada pakaian dan berbentuk tambalan. Biasanya berada pada bagian sikut, dan terbuat dari kulit atau suede.

–        Garter: Kain tipis yang biasanya digunakan untuk menopang stocking.

–        Hipster: Sebuah style yang diterapkan pada celana atau rok yang pita pinggangnya berada di bagian bawah pinggul.

–        Natural Fibres: Merupakan serat pakaian yang menggunakan bahan tumbuhan atau hewan yang dipintal menjadi benang.

–        Pattern: Merupakan sebuah pola yang dibuat dengan metode cetak, tenun, atau jahit dengan dekorasi yang sama atau berulang.

–        Pret-a-Porter: Adalah desain pakaian yang dijual dalam ukuran standar (S, M, L).

–        Pullover: Jenis pakaian yang cara penggunaannya dimasukkan melalui kepala. Seperti sweter atau jumper.

–        Quilting: Merupakan metode dalam menjahit yang biasanya terdiri atas tiga lapis dan membentuk pola pada jahitan paling atas.

–        Reversible: Istilah untuk jenis pakaian yang dapat digunakan luar-dalam.

–        Suit: Satu pasang pakaian yang dibuat oleh pabrik dan desain yang sama. Biasanya digunakan pada jas.

–        Tailoring: Pembuatan pakaian yang sepenuhnya baru dan dibuat melalui proses pengukuran badan pelanggan.

–        Utilitarian: Jenis pakaian yang bertujuan memberikan kehangatan atau melindungi tubuh.

–        Vintage: Merupakan istilah dalam dunia fashion yang menggambarkan mode pakaian yang terinspirasi dari tren yang pernah populer jaman dahulu.

Demikian istilah-istilah dalam dunia fashion yang perlu Anda ketahui jika ingin belajar fashion. Semoga bermanfaat.

Baca juga: 10 tips fashion yang harus anda ketahui

Share ke media sosial
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •